Minggu, 23 Desember 2018

Meetings Part 4

Meetings ( Making and responding to suggestions )

Suggestions dapat digunakan dalam bentuk solutions, saran, rencana dan idea. Misalnya teman anda sedang dalam masalah tidak bisa mata pelajaran bahasa Inggris maka anda dapat menyarankannya untuk mengikuti kursus bahasa inggris
.
Dan dibawah ini adalah cara bagaimana anda membuat beberapa dialog sederhana dalam bahasa Inggris :

Making suggestions:
Let’s revise our lessons.
What about going to the cinema tonight?
How about playing cards?
Why don't we do our homework?
Couldn't we invite your grandmother to our party?
Shall we have a walk along the river?
What would you say to a cup of coffee?
Don't you think it is a good idea to watch TV?
Does it matter if we use your car?

Accepting suggestions:
Yes, let's.
Yes, I'd like to.
Yes, I'd love to.
What a good idea!
Why not?
Yes, with pleasure.
Yes, I feel like taking a walk.

Refusing suggestions:
No, let's not.
No, I'd rather not.
I don't feel like it.
I dislike going for a walk.
What an awful / bad idea!

Things to remember about suggestions:
1.  The verb "suggest" can be followed by either:
should + verb = I suggest (that) we should go to the theater.
a verb (in the subjunctive form)= I suggest (that) we go to the movies.
2.  "That" is optional:
"I suggest that we should visit Paris."
"I suggest we should visit Paris."

Responding and declining suggestions examples
1.    Let’s watch football at the stadium
Accepting : yes, Let’s go
Declining : No, thank you I have other schedule, I must clean the house now
2. Why you don’t have breakfast before go to school ?
Accepting : that is a good idea
Declining : I think I will be late, so I will have a breakfast at school
3. How about go to the movie ?
Accepting : O. K it is sound great
Declining : No, I do not have money to buy the ticket
4. I think you should do your homework now
Accepting : yes, you are right
Declining; take it easy my friend, I still have so much time

Contoh Dialogue giving suggestions
Fina : Morning Ayu, My best friend, you look bad today, what happened to you?
Ayu : oh, it is only a little problems.
Fina : please, tell me, maybe I can give the solutions
Ayu : Ok. I feel sad because I do not have money to pay for the college tuitions, I have used my money to buy a new motorcycle
Fina : Oh. You Should tell your parents if you have no money. I think they will help you.
Ayu : I do not think so, it only will make something worse.
Fina : You can lend money from someone.
Ayu : That’s good idea.

Source :
[Diakses pada 23 Desember 2018]

Meetings Part 3


Meetings ( Discussing progress )

By focusing on progress in meaningful work, your work experience and your performance are stimulated. It is useful to make explicit what progress you have achieved, for example by keeping a progress diary. If you don’t make progress explicit it may well be that you are not aware of the progress you are actually making. This is because progress can remain largely invisible if you don’t consciously focus on it. The reason for this is that we usually focus our conscious attention mainly on what has gone wrong and on what we still have to do. Progress which you have already made is thus easily overlooked.

The positive impact of the visualization of progress may be further exacerbated by talking about it with other people within your team. This can be facilitated in different ways. As a team leader, for example, you may use the technique of the progress circles. It works like this. You invite team members to write on post-it notes 1) what meaningful progress they have made that week, 2) what meaningful progress they want to make next week. When they have written these things down, they may hang their post-its notes in the respective circles (for further explanation go here). Then, as a team you can jointly reflect on what the team members have written. You can take a picture of the circles and send it along with the minutes.

What may also work is to invite team members to discuss in pairs the meaningful progress they are making. By exchanging these positive experiences with each other, there is often an extra advantage. That extra advantage is that people become more engaged with each other. They find out better what their peers view as meaningful and they learn about successful things they are doing. People often say that the positivity that then emerges is contagious. Also, they often say that they really like the fact that what their peers tell them is so recognizable and useful to them. Thus, discussing progress in teams is not only a fun experience that gives energy, it is also a helpful experience.

Source :

http://www.progressfocusedapproach.com/discuss-progress-with-each-other/ [Diakses pada 23 Desember 2018]

Meetings Part 2

Meetings ( Giving a report)
a.      Penjelasan tentang berbagai produk baru
Menurut Simamora dalam Sinta (2004), produk baru merupakan barang dan jasa yang pada dasarnya berbeda dari yang telah dipasarkan sebelumnya oleh perusahaan. Pengembangan produk baru (new product development) adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya ke dalam tambahan lini produk  yang berhasil secara komersial.Produk baru mencakup dari produk baru di dunia (new-to-the-world products) yang menciptakan pasar yang baru, pengembangan minor pada produk, maupun revisi pada produk yang ada (Kotler, 2009). Booz, Allen & Hamilton dalam Kotler (2000) mengidentifikasi bahwa terdapat enam kategori produk baru, yaitu:
(1) produk baru dengan penciptaan pasar yang baru (new to the world products),
(2) produk baru dengan pertama kali memasuki pasar yang sudah ada untuk produk semacam (new product lines),
(3) produk baru hasil modifikasi produk lama (additions to existing product lines),
(4) produk baru untuk menggantikan produk yang ada untuk meningkatkan kinerja dan nilai (improvements and revisions to existing products),
(5) produk yang ada yang ditargetkan untuk pasar baru atau segmen baru (repositionings),
(6) produk baru dengan harga lebih rendah (cost reductions).
Menurut Cooper (2001), dua kategori produk baru yang paling populer di kalangan perusahaan adalah lini produk baru (new product lines) dan perbaikan pada produk yang sudah ada (improvements in revisions to existing products). Produk yang baru bagi dunia (new products to the world) dan lini produk baru bagi perusahaan (new product lines) hanya berkontribusi 30% dari semua produk yang dipasarkan, tetapi merepresentasikan 60% sebagai produk yang dipandang paling berhasil. Dari berbagai macam jenis produk baru tersebut tentu sebagai tujuan akhirnya adalah dipergunakannya produk tersebut oleh konsumen. Semakin banyak dan semakin seringnya produk tersebut digunakan tentunya juga akan menunjukkan berhasilnya penyebaran informasi yang berkaitan dengan produk baru tersebut.
b.      Penjelasan tentang pengembangan produk beserta tingkatan pengembangannya
Perkembangan produk baru adalah suatu proses dari pencarian ide-ide untuk barang-barang dan pelayanan-pelayanan baru, dan mengubahnya menjadi tambahan lini produk yang berhasil secara komersil ( Darymple & Parsons, 2000, p. 219 ). Alasan dasar perusahaan mengembangkan produk baru adalah untuk menggantikan item-item yang telah kehilangan minat dari konsumen. Pengenalam item baru membantu meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi perusahaan.Selanjutnya, untuk memahami pengertian pengembangan produk kita harusmenelaah dari pendapat para ahli. Berikut ini penjelasan pengembangan produk dari beberapa tokoh:

1.      Assaury (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk ( product development ) adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan suatu produk ke arah yang lebih baik sehingga dapatmemberikan daya guna maupun daya pemuas yang lebih besar.

2.      Stanton (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk ( product development ) adalah suatu istilah yang terbatas mneliputi kegiatan teknis, seperti riset produk,rekayasa dan disain.

3.      Guiltinan (1991) mengatakan bahwa pengembangan produk ( productdevelpoment ) adalah suatu kebutuhan dan keinginan yang selalu berubah mengakibatkan adanya segmen baru atau adanya persaingan dan perubahanteknologi.

4.      Sigit (1992) mengatakan bahwa pengembangan produk ( product development )disebut juga merchandising  adalah kegiatan-kegiatan manufacturer( pembuat barang ) atau middlemen ( perantara ) yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas permintaan pembeli.
5.      Kotler dan Armstrong (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk adalah strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmen pasar yang sekarang.
Kelima pendapat diatas tentu tidak berhenti disitu mengenai arti pengembangan produk. Di luar sana masih banyak pengertian dan penjelasan pengembangan produk dari berbagai sumber. Namun, dari kelima penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa pengembangan produk adalah suatu usaha yang dilakukan perusahaan melalui perbaikan bentuk, penyederhanaan, pembentukan kembali,menambah desain atau model dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumenatau pelanggan.

Tingkatan Produk
Perencanaan produk ada tiga tingkatan, yaitu :

1.      Produk inti ( core product )

Tingkatan yang paling dasar adalah produk inti. Tingkatan ini menjawab pertanyaan apa yang benar-benar dibeli oleh konsumen, produk inti adalah tingkatan yang paling pertama dan sentral dari suatu produk yang melibatkan penampilan fisik dari suatu produk, kualitas produk tersebut, serta kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan konsumen, termasuk kegunaan fungsionalnya ( Bradley, 2003 p. 135 ).

2.      Produk actual ( actual produk )

Setelah membangun produk intinya, perusahaan harus membangun produk aktualnya diberbagai posisi yang dekat dengan produk inti. Produk actual tersebut minimal mempunyai lima sifat, yaitu :

a.      Tingkatan kualitas
b.      Fitur
c.      Desain
d.     Merek
e.      Kemasan
3.      Produk tambahan ( augmented product )
Perencana produk juga harus membangun produk tambahan disekitar produk inti dan actual dengan cara menawarkan layanan dan manfaat tambahan bagi konsumen.

c.       Laporan tentang pengembangan produk pangan

Contoh pengembangan produk lama menjadi produk baru

a.       Baso    : hasil dari olahan daging dulunya hanya berbentuk bulat biasanya disajikan dengan mie dan pangsit, di era sekarang untuk menambah minat konsumen baso dimodifikasi atau dikembangkan ke berbagai bentuk, macam, dan varian. Contoh baso granat yaitu baso besar dengan isian sambal didalamnya, baso kerikil yaitu baso yang dimodifikasi ukuran ke ukuran yang kebih kecil dan banyak serta baso befranaj yaitu baso dengan ukuran besar dengan isian baso kecil-kecil didalamnya.

b.       Lupis   : pada awalnya lupis yang merupakan jajanan tradisional dari olahan beras ketan hanya disajikan dengan kuah gula jawa (juruh) dan parutan kelapa. Utnuk mempertahankan eksistensi lupis dikalangan milenial beberapa produsen mengembangkan lupis menjadi lebih kekinian contoh dengan penambahan beberapa toping seperti keju, oreo dan domodifikasi dengan berbagai rasa.

Perusahaan harus mengembangkan produk, karena :

·         Untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memenuhi peluang pasar, banyak perusahaan yang gulung tikar karena tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan peluang pasar. Kurangnya inovasi membuat perusahaan bertahan dengan produk lamanya yang tidak mampu mengikuti tren dipasaran.

·         Keanekaragaman pangan (diversifikasi pangan), salah satunya untuk membantu program pemerintah dalam upaya ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi lokal.
Source :
https://www.scribd.com/doc/223735810/Strategi-dan-Pengembangan-Produk-Baru-docx [Diakses pada 23 Desember 2018]
https://www.scribd.com/document/343887620/Contoh-Pengembangan-Produk-Pangan [Diakses pada 23 Desember 2018]
https://kasusmanajemen.wordpress.com/2011/09/02/pengertian-produk-baru-dan-kriteria-produk-baru/ [Diakses pada 23 Desember 2018]
https://coecoesm.wordpress.com/2011/11/30/pengolahan-produk-dan-pengembangan-produk-baru/   [Diakses pada 23 Desember 2018]


Sabtu, 08 Desember 2018

Meetings Part 1


Meetings (Asking for and giving opinions)

ASKING & GIVING OPINION

  • Opinion termasuk kata-kata yang berisikan sebuah pendapat, argumentasi dan alasan.
  • Opinion dialogue adalah dialog atau percakapan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih yang berisikan tentang ungkapan opini atau argumentasi yang dimiliki oleh mereka msing-masing dan biasanya ungkapan berupa opini atau argumentasi menggunakan kata-kata berikut ini:  ” in my opinion, in my view, I think etc.”
  • Argument dialogue adalah dialog atau percakapan antara 2 orang atau lebih yang didalamnya terdapat ungkapan sebuah argumentasi atau alasan. dalam percakapan ini biasanya menggunakan ungkapan ekspresi berikut ini: “as first, second etc for arranging arguments.”
A.   Asking Opinion
Formal :
    Have you got any comments on ….. ( Apakah anda punya komentar atas)    
    Do you have any idea? ( Apakah anda puny ide? )
    Do you have any opinion on ……( Apakah anda memiliki pendapat apapun pada)
    Would you give me your opinion on……….? ( Apakah anda memberikan pendapat anda tentang )
    What is your reaction to ….( Apa reaksi anda )
    What is your opinion about……….? ( Apa pendapat anda tentang )
    What are you feeling about………….?( Apa peraan anda tentang )
    What are your views on……….?( Apa pandangan anda tentang )
    Please give me your frank opinion?( Tolong beri saya pendapat jujur anda )
Informal
   What do you think of…….? ( Apa yang anda pikirkan )
   What do you think about………? ( Apa pendapat anda tentang )
   What is your opinion? ( Apa pendapat anda )
   Why do they behave like that? ( Mengapa mereka berperilaku seperti itu )
    Do you think it’s going ( Apakah anda piker itu akan )
    How do you like? ( Apakah anda )
    How was the trip? ( Bagaimana perjalanan anda )
    How do you think of Rina’s idea ? ( Bagaimana pendapat anda tentang ide rina )
B.    Giving Opinion
Formal
          I personally believe. ( Saya pribadi percaya )
I personally consider. ( Saya pribadi mempertimbangkan )
I personally think /feel ….( Saya pribadi berpikir / merasakan )
I hold the opinion.. ( Saya memegang pendapat )
My own view of the matter is …… ( Pandangan saya sendiri tentang masalah ini adalah )
Well, personally ……. ( Yah, secara pribadi )
If I had my view, I would ….. ( Jika saya memiliki pandangan saya, saya akan )

Informal
I think I like it.( Saya pikir saya suka )
          I don’t think I care for it.( Saya tidak berpikir saya peduli intuk itu )
          I think it’s good/nice/terrific….( Saya pikir itu baik/bagus/hebat )
       I think that awful/not nice/terrible……(Saya berpikirmengerikan/tidak baik/buruk )
          I don’t think much of it.( saya tidak berpikir banyak )
          I think that...( saya berpikir bahwa )
          In my opinion, I would rather….( Menurut pendapat saya, saya agak akan )
          In my case …..( Dalam kasus saya )
          What I’m more concerned with ….( Yang saya lebih peduli dengan )
          What I have in my mind is..(Apa yang saya miliki dalam pikiran saya adalah)
          From my point of view….( Dari sudut pandang saya )
The sample Dialogue (Contoh Dialog) Asking and Giving Opinion. 
Mr.Rasyid           : What’s your opinion about The New English Book?
waldan                 : My opinion is such an expensive book. 
Mr. rasyid           : Very good. How about you Lisa?
Gibran                 : Well, I think it’s  Ok. I Like That. it’s not too thick and no expensive. 
Mr. rasyid           : Good. Any body has another opinion?
Tegar                    : Yes, I have. My opinion is that book is too thick. 
Mr. rasyid           : Good. All your answers are correct. Do you understand, students?
Students              : Yes. We got it, sir.
Mr. rasyid           : Great. You’re really smart.

Telephoning

Telephoning (Making and receiving telephone calls)

Learning how to communicate well on the telephone is one of the top priorities for many students who need to use English at work. Learning the common phrases that are used on the telephone helps students know what to expect. However, what students often need most is practice, practice, and more practice. Telephoning requires special skills as there are a number of difficulties that arise when telephoning that are specific to telephoning. The first and foremost difficulty is not being able to see the person you are communicating with. This lack of visual communication often makes students, who can communicate quite successfully in other situations, nervous and thereby hinders their communicative abilities. Add to this the typical hectic pace of business communication, and you have a particularly difficult situation.

Advantages and disavantages of communicating on the phone :
Advantages
•Save money and time
• Communication can be done – anywhere and any time
• Break long distance communication barrier
• Speed up business

Disadvantages
• It is restricted with device and connection
• Speakers can’t show visual objects

I am currently giving a few examples of deep dialogue on making phone calls and receiving phone calls.

1. Model Dialogue For Making Phone Calls
Caller            : May I speak to Sarah Lee, please ?
Receiver       : May I know who’s calling, please ?
Caller            : This is Budiman Santoso
Receiver       : Wait a moment, Mr. Santoso. I’ll see if he is available at present. (A few second later)….. I’m sorry Mr. Santoso, but he is not in his office at the moment. Would you like to leave a message or call back later ?
Caller        : Oh, What a pity. Could you ask him to call me at 555 5656 please?
Receiver        : Anything else, sir ?
Caller            : No, thank you.
Receiver       : All right Mr. Santoso. I’ll ask him to call you as soon as he is available. Good bye Mr. Santoso.
Caller            : Goodbye.


2. Model Dialogue For Receiving Phone Calls
You            : Mandala Corporation, good morning. May I help you ?
Caller         : Could you put me through to Mr. James, please ?
You            : May I know who’s calling, please ?
Caller         : This is Johny. Johny Andrean.
You            : I’m afraid he is not in his office right now. May I take a message ?
Caller         : Yes, please. Could you ask him to call me back when he is in ?
You            : All right, caller. Anything else, sir ?
Caller         : No, thank you.
You            : Right, Mr. Andrean. I’ll ask him to call you as soon as he is in.


Source :
Rustanta, Agustinus, Andreas Mari Sudarto. (2010). Developing Telephoning Skills. [online]. Jakarta: PT Grasindo. Tersedia di google buku. 
https://books.google.co.id [Diakses pada 08 Desember 2018]

Jumat, 07 Desember 2018

Socializing Part 2


Socializing (Making Small Talk and Developing a Conversation)
Percakapan kecil adalah suatu tipe informal dari suatu wacana yang tidak mencakup setiap topik dari sebuah percakapan atau transaksi yang dituju atau yang dimaksudkan. Kata lain yang biasa dipakai untuk menyebut sebuah small talk adalah percakapan kecil atau basa basi.
Percakapan kecil atau small talk adalah suatu percakapan untuk kepentingan sendiri. Fenomena percakapan kecil ini diawali dan dipelajari pada tahun 1923 oleh BronisÅ‚aw Malinowski, yang mencetus istilah "fatis communication" untuk mendeskripsikannya. Kemampuan untuk melakukan percakapan kecil adalah sebuah kemampuan sosial, oleh karena itu percakapan kecil adalah sebuah bagian dari komunikasi sosial. Publikasi terdahulu berasumsi bahwa jabatan pekerjaan yang memiliki jaringan cocok untuk komunikasi sosial. Setelah kita ketahui apa definisi dari percakapan kecil itu maka kita dapat mengembangkan percakapan-percakapan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini saya akan mengembangkan percakapan tersebut pada suatu kegiatan yaitu traveling.
Siapa sih yang tidak tahu tentang traveling? Simak lebih lanjut yuk tentang traveling dan juga tentang percakapan yang dibutuhkan saat traveling
Traveling atau perjalanan adalah kegiatan yang digemari banyak orang. Aktvitas traveling diharapakan bukan hanya dilakukan saat libur atau waktu senggang, melainkan sudah menjadi kegiatan yang termasuk penting dalam jadwal kesibukan harian. Keperluannya setara dengan aktivitas kerja sehari-hari. Dengan sedikit kreativitas, kita dapat meluangkan waktu walaupun hanya 1 hari. Untuk mendapatkan liburan yang berkualitas. Jadwal traveling diperlukan saat kosentrasi seseorang dalam pekerjaan sudah jenuh sehingga memerlukan kondisi yang membuat segala sesuatunya menjadi refresh kembali.
Traveling atau perjalanan yang kita ketahui cukup banyak misalkan, traveling wisata keluar kota maupun luar negeri, traveling kuliner dan traveling atau perjalanan bisnis. Disini kita ambil contoh yaitu traveling atau perjalanan bisnis :
Traveling atau perjalanan bisnis adalah perjalanan yang dilakukan oleh karyawan/ pegawai suatu lembaga/perusahaan yang berkaitan dengan kepentingan bisnis. Jadi traveling atau perjalanan bisnis pimpinan adalah perjalanan yang dilakukan oleh pimpinan suatu lembaga atau perusahaan dalam rangka melaksanakan tugas bisnis perusahaan.
Macam-macam Perjalanan Bisnis
1.      Ditinjau dari wilayah tujuan, dibedakan menjadi :
a.       Perjalanan bisnis dalam negeri
Contohnya : antar kota, antar daerah dan antar provinsi
b.      Perjalanan bisnis luar negeri.
Contohnya : antar negara
2.      Ditinjau dari transportasi dibedakan menjadi :
a.       Perjalanan lewat darat
b.      Perjalanan lewat laut
3.      Ditinjau dari tujuan, dibedakan menjadi :
a.       Perjalanan bisnis untuk rakernas
b.      Perjalanan bisnis untuk kegiatan sosial

Daftar Pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Percakapan_kecil [Diakses pada 07 Desember 2018]

Selasa, 13 November 2018

Application Letter

Gg.Permai Kp.Tajur No.17 Pamegarsari
Parung, Bogor
November 11 2018

Attention to :
Sherly Septini
Human Resources Manager
Grand Orchardz Hotel
Jl. Industri Raya No.8
Jakarta

Dear Ms.Septini,



I'm looking for a position as a Cost Controll Staff and that is why I'm writing this cover letter today. I noticed you are seeking for such workers as you expressed in your advertisement on Orchardz Hotel's Career. I also believe that my educational background and experience as accounting are in accordance with the position you offer.

My name is AMINURLAILA, I am 20 years old. I have school from Accounting Departement at the Gunadarma University. I am considered a pleasant person and have good communication skills. Other strengths including the ability to understand cost control, thorough, focused, hard work, couple with honesty are the reasons for success in each of my earlier assignments.

I believe that my skills in using Microsoft Office and Software Accounting and my outgoing personality will enable me to contribute to your high standards. I am confident I can provide many valuable contributions to your company.

I am enclosing my resume and academic transcript for your perusal and I am looking forward to the opportunity to attend an interview. I really appreciate being considered for this job. I know that cost control staff are in great demand an I'd be pleased to be one of them at your hotel.

Sincerely yours,

AMINURLAILA

Job Vacancy : http://orchardzhotel.com/branch-career-position/1/52

Bussiness English 2

Final Meeting, Test Assignment 1. Participles as adjectives  Member 1 by Aminurlaila (20216709) -Interested She's interested in ani...